Kamis, 23 Maret 2017

GERAK MEDIA TIPIKOR

MEDIA TIPIKOR DAN UN SWISSINDO BERSAMA DALAM PENGAWASAN DAN PENGAMANAN ASET NEGARA
Media Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) pada Februari 2017 telah menerbitkan pemberitaan sehubungan dengan program UN SWISSINDO tentang Pelepasan Pembebasan Beban Utang (SPBU) untuk rakyat Indonesia. Dalam edisi ini Media Tipikor menulis pentingnya prioritas utama adanya upaya negara dan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan dan perubahan kehidupan ekonomi rakyat yang semakin kian terpuruk. Khususnya adalah kebijakan beban utang secara perorangan atau instansi dengan pihak bank (perbankan).
Beban pinjaman atau utang secara perorangan atau individu kepada pihak bank, menjadi salah satu bagian yang harus menjadi perhatian pemerintah. Kerana ada banyak kasusu telah terjadi banyak penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dan fungsi bank yang berakibat merugikan kepada nasabah atau mira bank, bahkan merugikan kepercayaan terhadap eksisitensi dan sisitem bank itu sendiri. Adanya sejumlah regulasi atau undang-undang untuk mengatur bank dan nasabah atau mitra bank sebenarnya sudah ditetapkan. Undang-undang perlindungan konsumen juga turut membantu untuk melindungi hak-hak konsumen dan perusahaan. Ketidak tauan undang-undang atau regulasi (peraturan) hukum ini oleh masyarakat, sering dimanfaatkan oleh oknum bank untuk mendapatkan keuntungan perusahaan atau perorangan yang melanggar kebijakan aturan hukum. Bahkan cenderung kepada kasus tindakan kriminal finansial memalui penyimpangan finansial system dan persekongkolan.
Pemilik kepengurusan dan pengelola Media Cetak Tipikor secara istimewa telah mengangkat dan menempatkan HM.MR.A1.Sino AS S”2” IR. Soegihartonotonegoro, ST M1 sebagai Dewan Penasehat. Media Tipikor merupakan perpanjangan tangan dalam aspek publikasi dan sosialisasi dari lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak tahun 2011 UN SWISSINDO sangat mendukung upaya KPK untuk melakukan penegakan hukum sesuai wewenang dan fungsinya ditengah-tengah terpaan isu yang menyerang independensi kekuatan hukum KPK, karena adanya upaya melemahkan dan mempolitisasi secara lembaga dan pelaksananya. UN SWISSINDO dan Media Tipikor adalah wujud bersatunya kekuatan pengawasan atau pengontrolan melalui media dan publik terhadap tindak penyimpangan dan pelanggaran hukum yang menimbulkan kerugian materi atau finansial terhadap pemerintahan dan negara. Media Tipikor didukung oleh lembaga Amnesty Internasioal dan Mahkamah Internasional melakukan pengawasan dan edukasi hukum melalui bentuk pemberitaan yang diharapakan seluruh lapisan masyarakat agar menyadari dan bersama-sama untuk menegakan terwujudnya hukum yang berkeadilan.
S/SR/JP/Mgg-11/III/2017

http://swissindo.news/public-information-disclosure/










http://swissindo.news/

Aklamasi Akbar UN Swissindo dan Perjanjian Sistem Tatanan Dunia Baru
Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum (golongan), jika kaum itu sendiri yang harus merubahnya. Pernyataanya ini menjadi sangat umum diketahui publik sebagai refrensi penting agar kita sebagai umat atau masyarakat bangsa dan negara memiliki rasa tanggung jawab, untuk membela, berkorban dan berjuang demi kepentingan kesejahteraan dan keselamatan umat, bangsa dan negara. Pernyataan itu sesungguhnya terdapat dalam kitab wahyu Ilahi sebagai petunjuk dan pedoman yang harus diperjuangkan dan dilakukan umat manusia agar selalu berusaha memperjuangkan kualitas dan eksistensi hidup dan kehidupan kepada kondisi yang lebih baik, aman, selamat dan berkeseimbangan. Umat manusia selalu diuji supaya tetap konsisten dan konskwen menjalankan misinya dimuka bumi ini sebagai mahluk yang paling mulia dan mampu memimpin mahluk-mahluk lainnya.
Jika umat manusia di zaman ini sedang merasakan adanya bentuk kezoliman dan kerusakan atau krisis multi dimensi secara merata di dunia ini, atau terjadi kondisi krisis global disemua sektor kehidupan yang membuat penderitaan, kesengsaraan, pengrusakan, penghancuran, pembodahan, penghinaan, pengabaian, saling menindas antara yang kuat kepada yang lemah atas dasar hak-hak hidup umat, maka jelas keadaan dan situasi ini harus dilakukan sebuah upaya perubahan yang besar melalui gerakan penyadaran dan kemauan untuk sama-sama memiliki kehendak untuk memperjuangkannya dengan rasa tulus, rela berkorban dan menyatukan tujuan demi tecapainya apa yang dicita-citakan bersama itu.
Indonesia sebagai bangsa dan negara yang besar, memiliki sejarah yang sangat agung dan luhur diantara bangsa bangsa lainnya. Bangsa Indonesia dalam perjalanan setelah melawati masa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pada kenyataanya masih mengalami masa penjajahan. Jika dimasa lalu perang untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajah berwajah orang asing, tetapi sekarang kita berperang mendapatkan kemerdekaan dengan sesama bangsanya sendiri. Situasi perang saat ini ternyata lebih sangat sulit dan lebih menyakitkan dari peperangan yang dilakukan dimasa dulu. Perjuangan saat ini yang paling sulit dan mendasar bagi bangsa Indonesia adalah untuk mendapatkan kembali rasa saling mempercayai, menghargai dan mengakui sebagai sesama umat dan bangsa yang luhur serta memiliki hak kehidupan yang sama di bumi nusantara ini.
Segeralah kita semua sadar dan bangkit dari krisis global dan kehancuran semua ini. Dan bersegera keluar dan bergerak merubah keadaan bangsa dan negeri ini dengan sekuat tenaga dengan segala daya upaya yang ada. Kembalilah kepada tujuan mandat suci dan cita-cita para leluhur dan para pendiri negara agar kita semua umat selamat dari ancaman bencana dan angkara murka alam semesta. Bangun dan ciptakanlah umat ini menjadi golongan dan generasi yang menyadari akan jati dirinya sebagai mahluk yang percaya akan adanya sang pencipta dengan mewujudkan pengabdiannya untuk saling asah, saling asih dan saling asuh sehingga terbentuklah alam yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.
Sesungguhnya Tuhan telah memberikan anugrah dan jalan Nya melalui sebuah perantaraan atas lahir dan munculnya sebuah lembaga dunia UN SWISSINDO, sebagai sarana untuk memperjuangkan dan memurnikan kembali mandat dan cita-cita para leluhur dan pendiri negara demi kejayaan bumi Nusantara Raya. Siapa lagi yang mau dan perduli untuk berjuang dan berkorban untuk merubah nasib bangsa dan negara ini ?! Dan sampai kapan lagi perpecahan dan penindasan oleh sesama saudara ini akan segera diakhiri ?! Isyarat kuat alam tergambar jelas dengan akan dimulainya perjanjian sistem dunia yang baru. Yang akan mengakhiri dan menutup sejarah perjanjian dunia lama. Berlindung dan hindarilah dari kejahatan bisikan-bisikan hasut, kedengkian dan fitnah keji yang akan memporak porandakan kekuatan dari mulut-mulut busuk yang akan masuk kedalam pikiran dan hati para tentara dan laskar penyelamat bumi. Jadilah benteng hidup, pertahankan, kawal, perjuangkan dan sebarkan Aklamasi Akbar ini ke seluruh penjuru alam. Kibarkan panji-panji perdamaian dan panji-panji penyatuan seluruh kemurnian roh dan raga dalam perjuangan menuju jalan yang lurus ini. Sambut dan selesaikanlah panggilan jihad akbar semesta alam ini demi kebahagiaan, kemakmuran, kemuliaan dan keselamatan seluruh umat di muka bumi.
Indonesia Mercusuar Dunia
Maha Kuasa Panata Baca Jagad Araya Dalang Anyata

S/SR/JP/Rb-22/III/2017
Media Tipikor Edisi Februari dan Maret 2017
Tim Publikasi & Pers UN Swissindo


ATAS NAMA SANG MAHA TUNGGAL PEMILIK KERAJAAN LANGIT BUMI TUHAN PENGUASA ALAM SEMESTA …
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK CIPTAAN TUHAN YANG PALING MULIA DI ALAM INI ADALAH SANGAT PANTAS BILA SALING MEMULIAKAN DAN DIMULIAKAN.
KENAPA SERING KALI KITA MANUSIA LUPA TIDAK PERNAH MAU MEMPERHATIKAN … BELAJAR … MERENUNG … DAN BERTINDAK SEPERTI ALAM DISEKELILING KITA YANG SELALU HIDUP DAN BERJALAN MENURUT SISTEM DAN KEHENDAKNYA DALAM SEBUAH PERBEDAAN TAPI MAMPU SALING MENJAGA KESEIMBANGAN DAN KEHARMONISAN BAHKAN BERKORBAN DEMI KEBERLANGSUNGAN PERPUTARAN RODA TATANAN ALAM SEMESTA INI …
BEGITULAH ILAHI MENCIPTAKAN SESUATU YANG TERLIHAT DIMATA MANUSIA TIDAK BERGUNA TAPI KEDUDUKANNYA MENJADI PENTING DALAM SISTEM ALAM INI. SEKALIPUN ITU ADALAH KOTORAN JANGAN KAU HINAKAN … !!! 

KARENA ITU JUGA CIPTAANNYA … ADA RAHASIA … DIBALIK RAHASIA … JANGAN SAMPAI MANUSIA MENJADI LEBIH HINA DARI PREDIKAT “ MAHLUK YANG MULIA “ YANG TELAH DIANUGRAHKAN TUHAN ….
SAATNYA KITA UNTUK SALING MEMULYAKAN KEPADA SELURUH UMAT MANUSIA DISEGALA PENJURU BUMI INI DAN MENJAGA KEHARMONISAN ALAM SEMESTA.
KALIAN YANG SAAT INI MERASA HINA ATAU MERASA MULIA KARENA ADANYA PERJALANAN PROSES DAN KEHENDAK TUHAN YANG MAHA MEMILIKI RENCANA KEMBALILAH KEPADA SANG YANG MAHA TUNGGAL …
KITA MANUSIA DIUJI UNTUK SALING MENGERTI DAN MEMAHAMI TUGAS DAN AMANAT KITA YANG SESUNGGUHNYA UNTUK DIPERTANGGUNG JAWABKAN KEPADA TUHAN YANG MAHA MENGUASAI HUKUM. KEMBALILAH MENYATU DALAM BHINEKA TUNGGAL ESA. SAKIT MU … ADALAH SAKIT KU … DERITAMU ADALAH DERITAKU … BAHGIAMU ADALAH BAHAGIAKU … BINTANGMU ADALAH BINTANGKU …JIWAMU ADALAH JIWAKU …
SEMUANYA YANG TELAH TERJADI ADALAH UNTUK MENJADIKAN MANUSIA SELURUHNYA MULIA DI MATA TUHAN … SEKALIPUN DIRASAKAN BEGITU SAKIT DALAM BATIN DAN JIWA INI … KITA ADALAH BERSAUDARA …

NEO THE UNITED KINGDOM OF GOD SKY EARTH
THE JAVA SINGLETON - INDONESIA MERCUSUAR DUNIA
MAHA KUASA PANATA BACA JAGAD ARAYA DALANG ANYATA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar